Uploader: Aaron
Country: France
Uploaded: Nov 19, 2018
Price: Free
Rating: Based on 1 user ratings

Please, verify you are not robot to load rest of pages

download terjemahan kitab qurotul uyun pdf

Syarah Nazham Ibnu Yamun,
Karya: Syaikh Muhammad At-Tihami Ibnul Madani Kanu
Qurrotul Uyun |
Berbulan Madu Menurut Islam
2012
Rasulullah Saw. bersabda:
"Wahai segenap pemuda, barang siapa mampu memikul beban keluarga,
maka nikahlah. Didalam riwayat lain: Barang siapa mempunyai ongkos
kawin, maka kawinlah. Dan barang siapa mampu memikul beban keluarga,
maka nikahlah. Karena sesungguhnya nikah itu lebih dapat menahan
pandangan dan menjaga kehormatan. Sedangkan barang siapa tidak mampu,
maka hendaklah berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu merupakan
benteng baginya”
Kitab ini menjelaskan tuntunan Islam mengenai Pernikahan dan
perihal yang berkaitan dengannya, berdasarkan Al-Quran dan
Hadist disajikan dalam bentuk fiqih praktis dan nadzom (syair)
www.almuhibbin.com | Kitab Qurrotul Uyun
Qurrotul Uyun
Hukum Nikah
Hukum nikah ada empat, ditambah satu menjadi lima, yaitu:
1. Wajib, bagi orang yang mengharapkan keturunan, takut akan berbuat zina jika tidak
nikah, baik dia ingin atau tidak, meskipun pernikahannya akan memutuskan ibadah
yang tidak wajib.
2. Makruh, bagi orang yang tidak ingin menikah dan tidak mengharapkan keturunan,
serta pernikahannya dapat memutuskan ibadah yang tidak wajib.
3. Mubah, bagi orang yang tidak takut melakukan zina, tidak mengharapkan keturunan,
dan tidak memutuskan ibadah yang tidak wajib.
4. Haram, bagi orang yang membahayakan wanita, karena tidak mampu melakukan
senggama, tidak mampu memberi nafkah atau memiliki pekerjaan haram, meskipun
ia ingin menikah dan tidak takut berbuat zina. Pembagian hukum ini juga berlaku
bagi seorang wanita.
5. Wajib, bagi wanita yang lemah dalam memelihara dirinya dan tidak ada benteng lain
kecuali nikah. Tambahan hukum yang terakhir ini adakan menurut Syekh Ibnu Urfah
yang memandang dari segi lain dalam hal kewajiban nikah bagi wanita.
Selanjutnya, didalam pembagian hukum nikah yang lima itu Syekh Al-Allamah Al-Jidari
menazhamkan dalam bentuk bahar rajaz sebagai berikut:
"Wajib nikah bagi orang yang takut berbuat zina.
Kapan saja waktunya asalkan mungkin.
Nikah wajib bagi wanita, meskipun ia tidak memiliki harta,
karena tidak ada kewajiban memberi nafkah, selain bagi pria.
Jika kewajiban (itu) diabaikan, (atau) nafkah istri dari jalan haram,
para ulama sepakat nikah hukumnya haram.
Ingin menikah, ingin punya anak, sunah untuk menikah,
2
www.almuhibbin.com | Kitab Qurrotul Uyun
walaupun amal yang tidak wajib menjadi sia-sia karena nikah.
Jika sunah diabaikan, tidak ingin menikah, dan tidak ingin punya keturunan,
maka nikah hukumnya makruh.
Apabila yang menyebabkan hukum tidak ada,
maka kawin atau tidak, maka hukumnya mubah."
Yang diperselisihkan adalah apakah menikah lebih utama dari pada meninggalkannya dan
terus-terusan beribadah? Menurut pendapat yang paling kuat adalah kedua-duanya. Karena
nikah tidak menjadi penghalang untuk melakukan ibadah terus-menerus.
Rukun Nikah
Telah ditetapkan, bahwa rukun nikah ada lima:
- 1&2) Dua orang pengakad, yaitu: suami dan wali.
- 3&4) Dua orang yang diakadi, yaitu: istri dan maskawin (baik maskawin itu jelas, misalnya
nikah dengan menyebutkan maskawin, maupun maskawin secara hukum).
- 5) sighat
"Maskawin, sighat, dan suami-istri,
kemudian wali, itulah sejumlah rukun (nikah)."
Akan tetapi, Imam Khatib berkata: "Yang jelas, suami dan istri adalah rukun, karena
hakikatnya nikah hanya dapat terwujud karena adanya suami-istri. Sedangalan wali dan
sighat termasuk syarat, yakni keduanya berada diluar keadaan nikah. Adapun maskawin
dan beberapa orang saksi tidak termasuk rukun juga tidak termasuk syarat. Sebab nikah
bisa terwujud tanpa keduanya. Dalam arti perkara yang membahayakan dapat
menggugurkan maskawin dan dukhul (bersetubuh) bisa terjadi tanpa saksi."
3
www.almuhibbin.com | Kitab Qurrotul Uyun
Al-'Allamah Al-Muhaqqiq Abu Abdillah Sayid Muhammad bin Al-Faqih Al-'Allamah Abu
Qasim bin Saudah rahimahumullah telah membuat nazham berbentuk bahar rajaz yang
menjelaskan pendapat Syekh Al-Khatib rahimahumullah tersebut sebagai berikut:
"Sesungguhnya nikah itu hukumnya sunah,
menurut mazhab kita yang telah dinukil.
kedua rukunnya adalah suami-istri,
hanya wali dan sighat sajalah syaratnya, tak ada perkara yang menghasilkan. Dua
orang saksi merupakan syarat dalam dukhul.
Maskawin, menurut satu pendapat, juga termasuk syarat.
Syarat pengguguran mahar berlaku pula
atas kerusakan mahar, tak ada yang mencegahnya.
Inilah pendapat yang telah dibenarkan oleh ulama.
Setiap orang yang punya akal menjadikannya sebagai pedoman."
Anjuran Untuk Menikah
Pahamilah keterangan yang berisi anjuran untuk menikah dan menjelaskan keutamaannya
dalam hadist dan atsar berikut ini:
"Seorang laki-kali datang menghadap Nabi Saw. Laki-laki itu bernama Ukaf. Nabi Saw.
bertanya kepadanya, 'Hai Ukaf, apakah engkau sudah mempunyai istri? Ukaf menjawab
'Belum'. Beliau bertanya lagi, 'Apakah engkau mempunyai budak perempuan?. Ukaf
menjawab 'Tidak'. Beliau bertanya lagi 'Apakah engkau orang kaya yang baik?. Ukaf
menjawab 'Saya adalah orang kaya yang baik'. Beliau menegaskan 'Engkau termasuk
temannya setan. Seandainya engkau seorang Nasrani, maka engkau adalah salah seorang
pendeta diantara pendeta-pendeta mereka. Sesungguhnya sebagian dari sunahku adalah
nikah, maka sejelek-jelek kalian adalah yang hidup membujang. Sejelek-jelek orang mati
adalah yang mati membujang'.'' (HR. Ahmad)
4
www.almuhibbin.com | Kitab Qurrotul Uyun
Nabi Saw. bersabda:
"Wahai segenap pemuda, barang siapa mampu memikul beban keluarga, maka nikahlah.
Didalam riwayat lain: Barang siapa mempunyai ongkos kawin, maka kawinlah. Dan barang
siapa mampu memikul beban keluarga, maka nikahlah. Karena sesungguhnya kawin itu